[KE BAWAH]</
Simulasi Rangkaian
Dioda Zener
1.
Tujuan
·
Mempelajari
system kerja diode zenner
·
Membuat
simulasi kerja rangkaian menggunakan diode zenner
2.
Komponen
·
Dioda
zener / 1N4728A
Dioda Zener adalah
komponen elektronika yang terbuat dari semikonduktor dan merupakan jenis diode
yang dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias
balik). Pada saat dipasangkan pada rangkaian forward bias (bias maju), diode
zener akan memiliki karakteristik dan fungsi sebagaimana diode normal pada umumnya.
Dioda Zener digunakan juga sebagai penyetabil tegangan, itulah mengapa diode
Zener sering digunakan pada rangkaian output power supply. Efek dari diode ini
ditemukan oleh seorang fisikawan Amerika yaitu Clarence Melvin Zenner pada
tahun 1934 sehingga namanya di jadikan sebagai nama dari diode yang
ditemukannya.
·
Transistor
/ 2N2222
Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki berbagai macam fungsi seperti sebagai penguat, pengendali, penyearah, osilator, modulator dan lain sebagai nya. Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang paling banyak ditemukan dalam rangkaian-rangkaian elektronika
·
Resistor
Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor sering juga disebut hambatan dan sering disingkat dengan huruf “R”. Satuan resistor atau hambatan adalah OHM (Ω). Sebutan OHM diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm seorang fisikawan Jerman.
·
Lampu
LED
Light Emitting Diode atau
sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan
cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan
keluarga dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna cahaya yang
dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang
dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak
oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote
Control perangkat elektronik lainnya.
3.
Dasar
Teori
·
Pengertian
diode zener dan Fungsinya
Dioda Zener adalah
komponen elektronika yang terbuat dari semikonduktor dan merupakan jenis diode
yang dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias
balik). Pada saat dipasangkan pada rangkaian forward bias (bias maju), diode
zener akan memiliki karakteristik dan fungsi sebagaimana diode normal pada umumnya.
Dioda Zener digunakan juga sebagai penyetabil tegangan, itulah mengapa diode
Zener sering digunakan pada rangkaian output power supply. Efek dari diode ini
ditemukan oleh seorang fisikawan Amerika yaitu Clarence Melvin Zenner pada
tahun 1934 sehingga namanya di jadikan sebagai nama dari diode yang
ditemukannya.
·
Prinsip
kerja diode Zener
Pada dasarnya
diode Zener akan menyalurkan arus listrik yang mengalir ke arah yang berlawanan
jika tegangan yang diberikan melampaui batas “breakdown voltage” atau tegangan
tembus diode. Karakteristik ini berbeda dengan diode biasanya yang hanya dapat
menyalurkan arus listrik ke satu arah. Tegangan tembus (breakdown voltage) ini
disebut juga dengan tegangan Zener.
Pada rangkaian diatas, diode Zener dipasang dengan
prinsip bias balik (reverse bias), rangkaian tersebut merupakan cara umum dalam
pemasangan diode Zener. Dalam rangkaian tersebut, tegangan input (masuk) yang
diberikan adalah 12 V tetapi multimeter menunjukkan tegangan yang melewati
diode Zener adalah 2.8 V. Ini artinya tegangan akan turun saat melewati diode
Zener yang dipasang secara bias balik (reverse bias). Sedangkan fungsi resistor
dalam rangkaian tersebut adalah untuk pembatas arus listrik. Untuk menghitung
arus listrik kita dapat menggunakan ruus hukum Ohm:
(Vinput
– Vzener) / R = I
(12
– 2.8) / 460 = 19.6 mA
Jika menggunakan tegangan yang lebih
tinggi seperti 24 V, maka arus listrik yang mengalir dalam rangkaian akan
semakin besar:
(24
– 2.8) / 460 = 45 mA
Akan tetapi, tegangan yang melewati
diode Zener akan sama yaitu 2.8 V. Oleh karena itu diode Zener merupakan
komponen elektronika yang cocok untuk digunakan sebagai voltage regulator
(pengatur tegangan), diode Zener akan memberikan tegangan tetap dan sesuai
dengan tegangan zenernya terhadap tegangan input yang diberikan.
Pada umumnya tegangan diode Zener yang
beredar di pasaran berkisar di antara 2V sampai 70 V dengan daya (power) dari
500 mV sampai dengan 5W.
Untuk menghitung disipasi daya diode
Zener, kita menggunakan rumus:
P=Vz.I
Sebagai contoh:
P
= 2.8 x 19.6
P
= 54.9 mW
Dioda Zener biasanya diaplikasikan pada
voltage regulator (pengatur tegangan) dan over voltage protection (perlindungan
terhadap kelebihan tegangan). Fungsi diode Zener dalam rangkaian-rangkaian
tersebut adalah untuk menstabilkan arus dan tegangan.
4.
Prinsip
Kerja
Disini kita menggunakan diode Zener, lampu LED serta
resistor. Resistor digunakan sebagai cooldown supaya kaki dari basis
transistor Q1 tidak mengambang, jadi
dapat dipastikan low ketika tegangan diode Zener tidak tembus. Ketika tegangan
diode Zener tembus maka akan memicu basis transistor Q1 sehingga LED menyala
karena transistor nya aktif. Ketika tegangan diturunkan LED akan redup karena
tegangan yang diterima tidak melewati batas tegangan dari diode Zener dan
tegangan ambang nya. Ketika tegangan yang diberikan diturunkan hingga setara
dengan besar nya tegangan diode Zener maka LED akan mati dan transistor off dan
resistor akan berfungsi untuk menentukan kaki basis low atau high.
5.
Gambar
Rangkaian
Gambar
ketika rangkaian mati
Gambar
ketika rangkaian hidup
6.
Video
7.
Link
Donwload
VIDEO : Video
DATASHEET 2N2222 : 2N2222
HTML : HTML
RANGKAIAN : RANGKAIAN , RANGKAIAN 1